Lalay's

Sudut kecil dunia maya

Hadits ke – 574 (Shahih Muslim)

Posted by edylalay pada 9 September 2009

Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw., bersabda : “Api neraka mengadu kepada Tuhannya, katanya “Ya Tuhan ! Setengah kami memakan yang setengah.” Karena itu Allah mengizinkannya untuk bernafas dua kali. Satu kali dimusim dingin, dan satu kali di musim panas. Itulah dia yang kamu rasakan, bersangatan panas pada musim panas dan bersangatan dingin pada musim dingin.”

Ditulis dalam Shahih Muslim | Bertanda: | Tinggalkan sebuah Komentar »

Hadits ke – 173 (Shahih Muslim)

Posted by edylalay pada 9 September 2009

Dari ‘Abdullah ra, katanya : “Rasulullah saw. bersabda kepada kami, ‘Sukakah anda semua menjadi seperempat penduduk surga?” Kami menjawab dengan takbir, “Allahu Akbar!” Nabi saw., bersabda, “Aku berharap supaya anda menjadi seperdua penduduk surga. Perlukah aku terangkan sebabnya? ialah, karena orang muslim dibandingkan dengan orang kafir ialah bagaikan bulu hitam di tubuh sapi putih.”

Ditulis dalam Shahih Muslim | Bertanda: , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Hadits ke – 172 (Shahih Muslim)

Posted by edylalay pada 9 September 2009

Dari Abu Hazim, dari Sahal bin Sa’ad ra, katanya Rasulullah saw., bersabda : “Kelak, akan masuk surga tujuh puluh ribu orang umatku, sambil berpegang-pegangan tangan satu sama lain. Mereka masuk bersamaan, tidak dahulu mendahului ; Muka mereka bercahaya-cahaya bagaikan bulan purnama.”

Ditulis dalam Shahih Muslim | Bertanda: , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Hadits ke-171 (Shahih Muslim)

Posted by edylalay pada 9 September 2009

Dari ‘Imran Ibnu Hushain ra, katanya Rasulullah saw., bersabda: “Kelak, akan masuk surga tujuh puluh ribu orang umatku tanpa diperiksa. Para sahabat bertanya, “Siapa mereka itu ya, Rasulullah?” Jawab Rasulullah saw., “Mereka ialah orang-orang yang tidak berobat memakai jampi-jampi, tidak mempercayai suara burung (tathayyur), tidak berobat dengan tusukan besi panas (Kai) tetapi mereka bertawakal kepada Tuhan mereka.”

Ditulis dalam Shahih Muslim | Bertanda: , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Hadits ke-170 (Shahih Muslim)

Posted by edylalay pada 9 September 2009

Dari Sa’id bin Musayyab, Abu Hurairah ra, mengatakan bahwa dia mendengar Rasulullah saw., bersabda :
“Nanti akan masuk surga satu rombongan umatku, terdiri dari tujuh puluh ribu orang. Muka mereka bersinar-sinar bagaikan cahaya bulan purnama. Kata Abu Hurairah selanjutnya, “Mendengar sabda Nabi itu, ‘Ukasyah bin Mihshan Al Asadi serta-merta berdiri sambil mengacungkan tangannya dan berkata : ‘Ya, Rasulullah! Doakanlah kepada Allah, semoga aku termasuk dalam rombongan mereka.” Lalu Rasulullah saw., mendoakannya, “Wahai, Allah! Masukanlah dia di antara mereka.” Kemudian berdiri pula seorang laki-laki Anshar, katanya, “Ya, Rasulullah! Doakan pulalah kepada Allah, semoga aku termasuk di antara mereka.” Sabda Rasulullah saw., “Ukasyah telah mendahului anda.”

Ditulis dalam Shahih Muslim | Bertanda: , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Hadits ke-169 (Shahih Muslim)

Posted by edylalay pada 9 September 2009

Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw., bersabda :
“Ada tujuh puluh ribu orang umatku yang akan masuk surga tanpa dihisab (diadili).” Mendengar sabda NAbi itu, lalu seorang laki-laki berkata, “Ya, Rasulullah! Doakanlah kepada Allah semoga aku termasuk diantara mereka.” Maka Nabi saw., lalu mendoakannya, “Wahai, Allah! Masukanlah dia di antara mereka!” Laki-laki yang lain meminta pula, “Ya, Rasulullah! Doakanlah kepada Allah, semoga aku termasuk di antara mereka.” Jawab Rasulullah saw., “Engkau telah di dahului ‘Ukasyah.”

Ditulis dalam Shahih Muslim | Bertanda: , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Hadits ke-64 (Shahih Muslim)

Posted by edylalay pada 9 September 2009

Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda : “Apabila anak Adam membaca ayat sajdah, lalu dia sujud ; maka setan jatuh sambil menangis. Katanya, “Celaka aku! Anak Adam disuruh sujud, maka dia sujud, lalu mendapat surga. Aku disuruh sujud, tetapi aku menolak, maka untuku neraka.”

Ditulis dalam Shahih Muslim | Bertanda: , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Hadits ke-1 (Shahih Muslim)

Posted by edylalay pada 9 September 2009

Dari Yahya bin Ya’mar ra, katanya : “Orang yang mula-mula bicara di Bashrah menentang adanya ‘Qadar’, ialah Ma’bad Al Jauhani. Maka pada suatu ketika, aku dan Humaid bin ‘Abdurrahman Al Hamari, sama-sama pergi haji atau ‘umrah.
Kami berdua sepakat, jikalau bertemu dengan salah seorang sahabat Rasulullah saw., kami akan menanyakan kepada mereka masalah ‘Qadar’ itu.
Justru kami bertemu di dalam masjid dengan ‘Abdullah bin Umar bin Khaththab. Kami langsung mendekati dan mengapitnya di kanan-kiri beliau. Dalam pada itu aku telah menduga, bahwa sahabatku Humaid akan menyerahkan pembicaraan kepadaku. Kataku kepada ‘Abu Abdurrahman, “Telah muncul di hadapan kita para pembaca Al Qur’an dan para ilmuwan. Mereka mendakwakan bahwa ‘Qadar’ itu tidak ada. Segala sesuatu terjadi menurut kudratnya, tanpa didahului ‘Qadar” dan ‘Ilmu Allah’.”
Jawab ‘Abdullah bim ‘Umar, “Apabila engkau bertemu dengan mereka, katakan bahwa aku tidak sependapat dengan mereka. Demi Allah! kalaulah mereka mempunyai sebungkal emas, kemudian emas itu dinafkahkannya, maka Allah swt. tidak akan menerima nafkah mereka itu sehingga mereka iman dengan ‘Qadar’.
Kemudian dilanjutkannya, “Ayahku ‘Umar bin Khaththab, menceritakan kepadaku sebagai berikut :
Pada suatu hari ketika kami sedang berada di sisi Rasulullah saw., sekonyong-konyong muncul di hadapan kami seorang laki-laki berpakaian sangat putih dan berambut sangat hitam. Tidak terlihat padanya bekas perjalanan dan tidak seorang pun diantara kami yang mengenalnya. Dia langsung duduk ke dekat Nabi saw., lalu disandarkannya lututnya ke lutut Nabi, dan diletakannya kedua telapak tangannya ke pahanya.” Dia berujar, “Ya, Muhammad! Terangkanlah kepadaku tentang Islam.”
Jawab Nabi saw., “Islam ialah :
1. Mengakui tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwa Muhammad Rasulullah ;
2. Mendirikan Shalat ;
3. Membayar Zakat ;
4. Puasa Ramadhan ; dan
5. Haji ke Baitullah, jika engkau sanggup melaksanakannya.”
“Engkau benar!, kata orang itu. Kata ayahku, “Kami heran terhadap orang itu ; dia yang bertanya tetapi dia pula yang mengatakan benar.” Kemudian orang itu berkata pula, “Terangkanlah kepadaku tentang Iman!”
JAwab Nabi saw., “Iman ialah “
1. Iman dengan Allah ;
2. Iman dengan para Malaikat-Nya ;
3. Iman dengan Kitab-kitabnya ;
4. Iman dengan para Rasul-Nya ;
5. Iman dengan qadar baik maupun buruk.”
Jawab Nabi saw., “Ihsan ialah : menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Sekalipun engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu.” Katanya pula, “Terangkanlah kepadaku tentang Kiamat!”, Jawab Nabi saw., “Orang yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang menanya.”
Katanya,”Terangkanlah kepadaku tanda-tandanya!” Jawab Nabi saw., “Apabila hamba-sahaya perempuan telah melahirkan majikannya dan apabila orang-orang dusun yang melarat telah bermewah-mewah di gedung-gedung nan indah.”
Kata ayahku,”Kemudian orang itu berlalu. Tetapi tidak berapa lama antaranya. Rasulullah saw., bertanya kepadaku, “Tahukah engkau, siapakah gerangan yang bertanya itu?” Jawabku “Allah dan Rasul-Nyalah yang lebih tahu.” Sabda Rasulullah saw., “Dia adalah Jibril. Dia datang kepadamu mengajarkan agamamu.”

Ditulis dalam Shahih Muslim | Bertanda: , | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.